Pages

Sabtu, 18 Maret 2017

Implikasi Tahap Perkembangan - Psikologi Pendidikan


Selamat pagi teman-teman :) Dikesempatan kali ini, di blog saya , saya akan membagikan hasil diskusi dari kelompok saya mengenai tugas tahapan perkembangan menurut pendidikan . Nah, dibawah ini banyak terdapat contoh dan tahap-tahapan perkembangan anak yang benar sesuai dengan umurnya. 

Selamat membaca :) 

Nama kelompok :
Suci Pratiwi 161301020
Nur Aliya 161301025
Fanny Soffy 161301028
Septiana Naibaho 161301036
Melsy silalahi 161301048
Devi Novia Sari 161301057
Agung Muhammad Taufiq 161301072


Implikasi Tahapan Perkembangan dengan Pendidikan


I. Masa Kanak-Kanak Awal (prasekolah)

·  Dimulai dari umur 2-6 tahun
·  Banyak bereksplorasi, dimana adanya proses meniru oranglain
·  Masa bermain
·  Perkembangan Kognitifnya berada di tahap Praoperasional
·  Perkembangan Moral berada di tahap Prakonvensional
   Tahap 1   : Orientasi Hukuman (2-4 tahun)
   Tahap 2   : Orientasi Ganjaran (4-6 tahun)
·  Pemikirannya bersifat egosentris
Implikasinya    :
            Menurut Frank dan Teresa Caplan ada 16 manfaat bermain, yaitu membantu pertumbuhan dan perkembangan, merupakan kegiatan yang disukai, menawarkan kepada anak kebebasan untuk bertindak mandiri, memberikan dunia imaginer untuk anak, memberikan berbagai petualangan, memberikan kesempatan untuk mengembangkan bahasa, merupakan kekuatan untuk hubungan antar pribadi, kesempatan untuk menguasai keterampilan fisik diri sendiri, mengembangkan minat dan konsentrasi, merupakan cara anak memeriksa dunia materi, belajar berperan sebagai orang dewasa, merupakan sarana belajar yang dinamik, mempertajam pertimbangan, bermain dapat distrukturkan secara akademik, bermain dapat memberikan gairah hidup, dan mengandung unsur esensial untuk mempertahankan kehidupan umat manusia.
            Dalam mengatur strategi untuk proses pendidikan anak pada tahap ini, perlu diatur sebuah jadwal yang nantinya akan menjadi sebuah kebiasaan karena adanya rasa aman dari proses kegiatan yang dijadwalkan tersebut.
Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan :
1.      Kegiatan belajar di tempat terbuka
Proses pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan di dalam ruangan, kadang di tempat terbuka merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan pada tahap ini. Kegiatan ini umumnya membantu melatih gerakan-gerakan otot-otot besar maupun halus. Memanjat, melempar, menendang, meloncat, lari merupakan kegiatan-kegiatan yang melatih otot-otot besar. Selain itu, kegiatan ini juga membantu dalam mengembangkan kemampuan kognitif, sosial maupun emosional. Kegiatan ini hendaknya perlu pengawasan dari orang dewasa.
2.      Kegiatan Seni dan Kreativitas
Menurut Eisner, setiap orang mempunyai kemampuan untuk kreatif, meskipun pada tingkat yang berbeda. Lowenfeld dan Brittain, menyatakan bahwa orang yang kreatif adalah orang-orang yang memiliki motivasi, ingin tahu dan juga imaginasi. Kegiatan seni dapat berupa kegiatan menggambar, seni tiga dimensi seperti kolase sampai patung, membentuk bangunan yang menggunakan pasir, dan balok-balok kayu.
Berbagai manfaat daapat dicapai melalui kegiatan seni, seperti
§  Seni melatih ekspresi diri
§  Seni melatih keterampilan persepsual-motorik (koordinasi mata dan tangan)
§  Seni meningkatkan perkembangan kognisi (memahami, mengorganisasi, menggunakan konsep)
§  Seni meningkatkan perkembangan sosial-emosional
3.      Kegiatan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Contoh kegiatan Ilmu sosial
·         Memahami diri sendiri dan orang lain (secara psikologik maupun fisik)
·         Identifikasi jenis kelamin
·         Memelihara diri (kebersihan, kerapihan)
·         Mengenal keluarga dan hubungan keluarga
·         Mengenal  masyarakat dengan berbagai unsur kehidupannya
Contoh kegiatan Ilmu Alam
·         Belajar mengenal iklim dan musim
·         Belajar mengenal kehidupan tanaman (melakukan pengamatan dengan berkebun)
·         Belajar mengenal kehidupan binatang
4.      Kegiatan Bahasa
·         Suasana kelas hendaknya santai dan merangsang anak untuk bebas berbicara dengan tiap orang
·         Guru menghargai setiap anak dan memberi kesempatan untuk berbicara
·    Guru memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperluas pembendaharaan kata, meningkatkan     kemampuan merumuskan kalimat dan mendeskripsikan kedian secara beruntun
·      Guru memberi petunjuk yang jelas, ataupun memberi masukan ketika ana-anak menggunakan kata yang       keliru
·         Guru ikut berpartisipasi dalam kegiatan anak
5.      Kegiatan Bernyanyi
·         Memilih lagu yang sesuai
·         Memilih lagu yang isinya memiliki sebuah “pesan” untuk pembelajaran anak
6.      Kegiatan Wisata
·         Melihat binatang, tumbuhan
·         Melihat tempat kerja, mesin-mesin peralatan, museum dll
7.      Kegiatan Drama
Berfungsi untuk mengembangkan kognitif, fisik, kreativitas, sosialisasi dan emosi.
    II.            Masa Kanak-Kanak Akhir (tingkat SD)
·         Sejak umur 6 tahun-matang secara seksual
·         Pengaruh dari teman sebaya mulai dominan
·         Perkembangan kognitif berada di tahap Operasional Konkrit
1.      Mampu berpikir logis tentang objek dan kejadian, mampu mengklarifikasi objek
·         Perkembangan moral berada di tahap Konvensional
Tahap 3      : Orientasi “good boy/girl”
Tahap 4      : Orientasi otoritas
·         Perkembangan psikososial berada di tahap Industry vs Inferiority
Implikasinya    :
   Ciri pada masa kelas-kelas rendah(6/7 – 9/10 tahun) :
1.      Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.
2.      Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan tradisional.
3.      Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
4.      Membandingkan dirinya dengan anak yang lain.
5.      Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
6.      Pada masa ini (terutama usia 6 – 8 tahun) anak menghendaki nilai angka rapor yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
7.      Hal-hal yang bersifat konkret lebih mudah dipahami ketimbang yang abstrak.
8.      Kehidupan adalah bermain. Bermain bagi anak usia ini adalah sesuai yang dibutuhkan dan dianggap serius. Bahkan anak tidak dapat membedakan secara jelas perbedaan bermain dengan bekerja
9.      Kemampuan mengingat (memory) dan berbahasa berkembang sangat cepat dan mengagumkan.
Ciri-ciri pada masa kelas-kelas tinggi (9/10-12/13 tahun) :
1.      Minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret.
2.      Sangat realistik, rasa ingin tahu dan ingin belajar.
3.      Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal atau mata pelajaran khusus sebagai mulai menonjolnya bakat-bakat khusus.
4.      Sampai usia 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannya. Selepas usia ini pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.
5.      Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran tepat mengenai prestasi sekolahnya.
6.      Gemar membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama. Dalam permainan itu mereka tidak terikat lagi dengan aturan permainan tradisional (yang sudah ada), mereka membuat peraturan sendiri.
Usia 9-12 tahun memiliki ciri perkembangan sikap individualis sebagai tahap lanjut dari usia 6-9 tahun dengan ciri perkembangan sosial yang pesat. Pada tahapan ini anak/siswa berupaya semakin ingin mengenal siapa dirinya dengan membandingkan dirinya dengan teman sebayanya. Jika proses itu tanpa bimbingan, anak akan cenderung sukar beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk itulah sekolah memiliki tanggung jawab untuk menanggulanginya.
Yang dapat dilakukan:
v  Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung visual (belajar melalui penglihatan) dapat belajar dengan lebih baik :
1.      Pilihkan buku dengan gambar yang berwarna-warni, namun bukan buku komik.
2.      Menonton video dan melihat foto.
3.      Membuat kliping dari majalah bekas.
4.      Mewarnai, menggambar dan membuat kolase.
5.      Menghias : ajak anak anda memilih hiasan rumah, kebun, hadiah atau hiasan apa saja.
6.      Gunakan flash card untuk belajar warna, bentuk, pola, huruf dan angka.
v  Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung auditorial (belajar melalui pendengaran) dapat belajar dengan lebih baik
1.      Mendengarkan musik. Cari tahu musik apa yang mereka sukai dan gunakan musik untuk mengatur suasana hati mereka sebelum, saat (sebagai latar belakang) dan sesudah (sebagai hadiah/reward) belajar.
2.      Masukkan musik ke dalam topik yang sedang dipelajari, misalnya irama tertentu untuk mengingat suatu pelajaran. Mereka akan lebih cepat menyerap pelajaran tersebut.
3.      Bicaralah dengan nada tenang dan teratur. Anak-anak auditorial membedakan guru mereka dari nada dan tinggi rendahnya suara para guru.
4.      Berceritalah dalam mengajarkan sesuatu dan gunakan nada yang berbeda untuk menekankan topik tersebut.
v  Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung kinestetik (belajar melalui gerakan)dapat belajar dengan lebih baik:
1.      Menari : gunakan lagu dengan irama yang menyenangkan.
2.      Memasak : biarkan mereka berkreasi dan belajar mengukur, menghitung, membaca sambil mengaduk sesuatu.
3.      Pekerjaan tangan (art & craft) : menggunting, menempel, menggambar, finger painting, membuat sesuatu dengan ’play dough’.
4.      Gunakan metode ’hands-on’ dimana anak harus mecoba melakukan sesuatu sendiri dan bukan hanya menyaksikan demo.
5.      Belajar melalui eksperimen:
Anak Sekolah dasar senang mengeksplorasi setiap hal yang ada disekitarnya. Maka dari itu cara efektif bagi anak umur 6-12 tahun yaitu bereksperimen/bereksplorasi.
Contoh:  Anak diajarkan cara mencampurkan warna,misal warna hitam dicampurkan ke dalam warna putih menjadi abu-abu. Manfaat cara belajar melalui eksperimen ini agar belajar menikmati proses sehingga kreativitas dan rasa ingin tahunya lebih berkembang
6.      Menggunakan metode mengajar secara kontekstual
Ini sebuah pembelajaran yang terdiri dari beberapa kegiatan bertanya, inkuiri, pemodelan, refleksi serta penilaian.
Metode ini bermanfaat agar anak mampu berfikir kreatif dengan membangun sendiri materi yang akan mereka dapatkan
7.      Menggunakan metode collaborative learning
Belajar kolaboratif merupakan kegitan kelompok yang bekerja sama untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan bersama. Biasanya anak berumur 6-12 tahun lebih senang untuk melakukan tugas atupun bermain secara bersama-sama oleh teman sebayanya. Karena itu metode ini sangat membantu agar pembelajaran mereka tepat.
8.    Memberikan contoh nyataCara belajar efektif untuk anak sd kelas 1 Dan 2 yaitu dengan    meniru. Anak akan melakukan pengamatan pada sesuatu yang menarik. Lalu mereka mulai belajar menirukan apa yg telah dilihatnya
 III.            Masa Remaja (tingkat SMP & SMA)
·         Usia 11/12 tahun – 18/24 tahun
·         Perkembanga Fisik mengarah kebentuk badan orang dewasa
·         Perkembangan Seksual : mulai aktifnya hormon seksual (menarche dan polutia)
·         Perkembangan Heteroseksual, yaitu sudah mulai tertarik dengan lawan jenis
·         Perkembangan Emosional : emosi tidak stabil, berubah-ubah dan cenderung meledak-ledak ketika marah
·         Perkembangan Kognitif berada di tahap Operasional Formal
Mampu berpikir logis, menaruh perhatian tentang masa depan, konsep ideologis, dan membuat hipotesis
·         Pola pikir cenderung egosentris
·         Perkembangan psikososial berada di tahap pencarian identitas diri yaitu Identity vs Role Confussion
·         Perkembangan Moral, biasanya berada di tingkat Konvensional, namun sebagian berada ditingkat Postkonvensional
Tahap 5           : Orientasi Kontrak Sosial
Tahap 6           : Orientasi Asas Etis
Implikasinya    :
Cara belajar yang baik untuk anak SMP & SMA bisa dengan cara :
1.      Belajar Kelompok
Sekarang ini anak anak remaja lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan teman temannya. Kebanyakan juga anak sekolah lebih suka mengerjakan tugas atau sesuatu bersama sama dengan teman teman. Cara ini terhitung efektif karena dengan ini setiap dari mereka pasti akan saling bertukar informasi dan dapat menyelesaikan soal yang tingkat kesulitannya tinggi.
2.      Sebelum belajar baca materi dan lihat garis besarnya
Membaca buku sebelum memulai pembelajaran sangatlah efektif. Karena setiap siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran tersebut. Namun, adakala ketika membaca materi tersebut ada hal yang tidak kita mengerti. Fungsi dari membaca bukanlah untuk mengerti semua materi. Akan tetapi untuk memahami apa yang sebenarnya dipelajari. Dengan meliihat Subjudul, Keterangan gambar, dan ringkasan yang ada. dengan begitu sudah pasti akan lebih efektif cara belajar nya.
3.      Buatlah catatan dari bahan pelajaran
Sangat akan terbantu sekali jika setiap pembelajaran membuat ringkasan atau catatan. hal ini akan sangat berguna sekali. dan tentu saja kamu juga harus membaca kembali catatan yang sudah kamu buat. Nah kalo boleh, buatlah catatan nya di buku kecil yang bisa dibawa kemana mana.
4.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan hobi dan minatnya melalui kegiatan – kegiatan yang positif.
5.      Belajar lah Mengulangi setiap materi
Ketika kita telah membuat sebuah catatan, membaca materi sebelum masuk kelas tapi kalo belum mempelajri ulang pelajaran itu, maka semuanya akan sia sia. karena pelajaran tersebut belum masuk ke long term memori. sebaiknya ketika sudah sampai dirumah, baiknya membaca kembali pelajaran yg di sekolah. dengan begitu kamu melatih ingatan kamu tentang pelajarannya dan kamu  mulai memasukkan nya kedalam long term memori. dan ketika kamu ujian, kamu tidak akan kesulitan, karena kamu sudah menguasai pelajaran tersebut.

  1. Menerapkana pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan individu atau kelompok kecil.
  1. Meningkatkan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk mengembangkan potensi siswa
  1. Tampil mejadi teladan yang baik bagi siswa
  1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bertanggung jawab

 baiklah, itu tadi merupakan contoh dan implikasi dari tahapan perkembangan pada anak,yang disusun oleh kelompok saya,  semoga dapat bermanfaat buat kita.
sekian , terimakasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar